Header Ads

INOVASI PEMBUATAN NASI KUNING INSTAN UMBI GEMBILI OLEH MAHASISWI GIZI UMS

 Umbi gembili merupakan hasil pangan lokal yang kini jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Hal ini juga dikarenakan umbi gembili tidak ditemui di seluruh wilayah Indonesia. Adanya inovasi ini memberikan nilai yang lebih tinggi pada umbi gembili. Umbi gembili diperoleh dari Desa Jatisari Sambi Boyolali dengan produktivitas 817 kw/tahun yang hanya diolah secara direbus, dikukus, atau digoreng. Sehingga tiga mahasiswi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan UMS menciptakan inovasi nasi kuning instan umbi gembili yang memiliki tinggi serat.

Proses tahapan yang dilakukan kurang lebih membutuhkan enam hari. Penelitian tersebut dilakukan di Laboratorium Ilmu Pangan FIK UMS dengan tetap menjaga protokol kesehatan ketat yang sebelumnya melakukan swab antigen terlebih dahulu. Pengujian kadar serat pangan dan aktivitas antioksidan dilakukan di CV Chem-Mix Pratama Bantul Yogyakarta yang menunjukkan bahwa nasi kuning instan umbi gembili tinggi akan serat. Sehingga produk ini sangat baik untuk dikonsumsi karena dapat membantu mencegah kanker kolon pada usus besar, mencegah gangguan gastrointestinal, mengontrol berat badan, menanggulangi penyakit diabetes, serta mengontrol kadar kolesterol. 

Kegiatan penelitian pembuatan nasi kuning instan umbi gembili dilakukan karena melaksanakan program PKM-RE Kemenristekdikti yang lolos mendapatkan pendanaan. Pada hari Jum’at, 17 September 2021 ketiga mahasiswi gizi tersebut telah melakukan monitoring dan evaluasi PKP2 dengan tim penilai berasal dari UNRI dan UNDIP. Ketiga mahasiswi Ilmu Gizi tersebut berharap dengan dilakukannya penelitian ini dapat membantu memperkenalkan umbi gembili yang memiliki sejuta manfat bagi tubuh, menciptakan inovasi baru dengan bahan pangan lokal, serta memecahkan permasalahan ketahanan pangan di Indonesia.


(Salma Widya A. dan tim, Ilmu Gizi, 2019)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.