Header Ads

Tradisi Tahunan Safar dan Sebaran Apem Kiai Ageng Gribig, Media Dakwah Islam Melalui Budaya Daerah Klaten

Halo CampusBrainers, gimana nih kabarnya? Semoga dalam keadaan sehat dan jangan lupa untuk tetap melakukan hal yang positif. Nahh aku ada kabar menarik nih dari salah satu kebudayaan Indonesia yang ada di daerah Klaten. Simak di bawah yaaaa.

Tradisi Safar dan Sebaran Apem Ki Ageng Gribig di Jatinom, kembali di gelar setelah dua tahun vakum nih. Tapi, CampusBrainers udah pada tahu belum Tradisi Safar dan Sebaran Apem Kiai Ageng Gribig itu apa? Oke sini sini aku jelasin asal usul adanya Tradisi Safar dan Sebaran Apem Kiai Ageng Gribig ini ya CampusBrainers.

(Sumber foto : https://amp.antarfoto.com)

Tradisi Safar dan Sebaran Apem Kiai Ageng Gribig berasal dari Kecamatan Jatinom, Klaten. Asal mula tradisi ini berawal dari penyebaran agama Islam oleh Kiai Ageng Gribig di jatinom dengan strategi berdakwah, sehingga banyak warga yang ada di daerah tersebut memeluk agama islam. 

Tradisi Safar dan Sebaran Apem dilaksanakan setiap hari Jumat terakhir di bulan Safar menurut penanggalan islam dan diadakan setiap tahun CampusBrainers. Nah, tradisi ini juga dikaitkan dengan dipercayanya Kiai Ageng Gribig sebagai juru dakwah dari Walisongo dan Tradisi Safar ini dikenal dengan nama "YQowiyu" yang mempunyai makna "Memohon Kekuatan dari Allah" dan diperkirakan sudah ada sejak abad ke 16.


Menurut warga sekitar, Kiai Ageng Gribig pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan ketika disana beliau mendapatkan 3 buah apem kemudian beliau membawanya pulang ke Jatinom, untuk dibagikan ke anak-anaknya. Ketika sampai di Jatinom, anehnya apem itu masih hangat. Wah MasyaAllah banget ya CampusBrainers. 

Setelah buah apemnya dibawa pulang, ternyata masih kurang untuk beberapa anaknya. Maka dari itu Kiai Ageng Gribig meminta kepada Allah agar menjadikan apem tersebut berlipat-lipat jumlahnya. Saat memohon kepada Allah, Kiai Ageng Gribig mengatakan tanpa henti kata "Ya Qowiyu" yang mempunyai makna "Memohon Kekuatan dari Allah", karena mendengar wirid dari beliau, sang istri membuatkan apem untuk dibagikan kepada khalayak umum dan sejak saat itu masyarakat selalu mengingat kebaikan beliau serta ikut membuat apem disertai dengan berdoa memohon keselamatan.

Tradisi Sebaran Apem ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat, tidak hanya masyarakat Jatinom atau Klaten saja, bahkan pengunjung dari luar kota pun berbondong - bondong menyewa bus agar bisa ikut berpartisipasi dan mendapatkan apem dalam sebaran apem Ya Qowiyu. Hal ini karena mereka meyakini bahwa menonton saja atau bahkan mendapat apem dipercaya akan menerima keberkahan, karena apem Ya Qowiyu di doakan terlebih dahulu sebelum di lempar kepada warga.


(Sumber foto : https://kompasiana.com)

Sebelum acara puncak Safar atau Tradisi Sebaran Apem, biasanya diawali dengan event Pembukaan Safar. Kegiatan ini menampilkan kesenian dari warga sekitar seperti kesenian Reog, Marching Band dari siswa siswi yang bersekolah di Jatinom, dan dimeriahkan dengan pasar malam.

Gimana CampusBrainers pasti tertarik buat datang kan? Karena selain mengisi waktu luang sambil cari hiburan, CampusBrainers juga secara tidak langsung ikut berpartisipasi untuk melestarikan tradisi dan kebudayaan Indonesia agar tidak punah! Nah, buat CampusBrainers yang ada rencana untuk menyaksikan sekaligus ikut rebutan apem, aku saranin untuk hati hati ya, biar barang berharga kamu gak ada yang hilang karena disana kan pasti rame banget yaa. Nggak lupa juga, aku ingetin untuk tetap patuhi protokol kesehatan ya CampusBrainers, Stay Safe!! Kira-kira kalau lihat kesana CampusBrainers mau ikutan rebutan apem apa Cuma lihat aja ? Komen dibawah yaaa, xixi

Written by : Galuh Akhir Indah Mustika Sari - Hukum Ekonomi Syariah 2022

2 komentar:

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.